Halo readers!
Pada entri pertama ini, saya akan membahas tentang Tomcat. Tomcat..? Apa itu? Sejenis film kartun yang ada di TV itu bukan? Pastinya, readers kurang akrab sama penyakit yang satu ini, termasuk saya. Saya sendiri baru tahu setelah tante saya membicarakan penyakit tersebut kepada temannya.Kembali pada entri, sebenarnya tomcat adalah salah satu penyakit yang terjadi karena seseorang terinfeksi oleh racun yang dihasilkan oleh kumbang. Percaya? Harus percaya dan waspada tentunya!
Seperti yang sudah saya bilang, Tomcat disebabkan oleh kumbang. Kumbang tersebut unik dan berukuran cukup besar. Sekilas, kumbang ini terlihat seperti semut dan juga kalajengking. Warnanya hitam diselingi dengan warna cokelat semut. Hidupnya di tempat yang lembap, sehingga sangat cocok ada di Indonesia. Menarik bukan? Tentunya, karena kumbang jenis ini mengandung racun yang sangat berbahaya, yaitu dapat menyebabkan tomcat. Jenis kumbang ini adalah kumbang Rove, atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan kumbang Semai.
Sebenarnya, kumbang Rove tidaklah menggigit ataupun menyengat kulit organisme lain seperti manusia. Namun, kumbang ini memiliki cairan bernama 'hemolimf' yang terdapat diseluruh bagian tubuhnya. Di dalamnya, terkandung racun hewan yang bernama 'aederin' (rumus kimia: C24H43O9N) dan sangat berbisa.'Aederin' tersebut akan menyebabkan penyakit dermatititis. Kabar yang baru-baru ini tersebar, diberitakan bahwa racun ini lebih berbisa dibandingkan dengan racun si raja ular, King Cobra. Racun ini akan secara otomatis dikeluarkan oleh kumbang Rove ketika kulitnya bersentuhan dengan sesuatu, baik itu benda mati ataupun kulit manusia.
Berikut beberapa ciri manusia yang mengalami Tomcat, yaitu:
1. Timbul rasa gatal pada kulit yang berkelanjutan.
2. Kulit menjadi berwarna kemerahan.
3. Setelah merasa gatal, pada daerah kulit yang sama akan terjadi iritasi yang semakin parah.
4. Iritasi pada kulit menyebabkan kulit terlihat melepuh (melenting) dan terkadang bernanah.
Gimana readers? Pasti kalian tidak akan pernah menginginkan kulit kalian menjadi seperti itu bukan? Oleh karena itu, untuk menghindari hal tersebut saya telah menyimpulkan beberapa cara untuk menanganinya. Cara tersebut adalah:
1. Menjaga Lingkungan.
Tentunya semua bersumber dari lingkungan. Jagalah lingkungan tempat tinggal kita agar selalu bersih dan asri. Lakukanlah pembersihan rutin dan tetaplah waspada untuk memantau ekosistem lingkungan.
2. Cucilah tangan secepatnya.
Bila Anda bersentuhan dengan kumbang ini, hendaklah mencuci tangan Anda di air yang mengalir dengan sabun. Setelah itu, janganlah menyentuh bagian kulit lain terutama mata dan juga hidung karena siapa tahu masih terdapat racun di kulit Anda.
3. Konsultasi ke dokter.
Apabila rasa gatal terus terasa dan juga mulai muncul iritasi sebaiknya segera konsultasikan hal tersebut kepada dokter. Jangan menentukan tindakan sendiri tanpa adanya dasar pengetahuan karena mungkin saja akan menambah buruk. Demikian pula dengan cara tradisional, tidaklah dianjurkan.
4. Hindari kontak langsung dengan kumbang Rove.
Jangan bersentuhan langsung dengan segala jenis hewan maupun tumbuhan yang rupanya menarik perhatian!! Karena, sesuai dengan hukum alam segala sesuatu yang menarik pasti memberi kejutan. Tidak terkecuali kumbang Rove ini, penampilannya yang sangat menarik pasti mengundang perhatian namun jangan disentuh ya! Sentuhan pada kumbang Rove akan membuatnya mengeluarkan racun sehingga kita akan terinfeksi tomcat.
5. Membuat sistem perlindungan.
Selain hal di atas, Anda dapat pula mencegah tomcat dengan membuat sistem perlindungan. Sistem perlindungan yang dimaksud adalah seperti membuat keranda nyamuk yang tentunya kumbang Rove tidak dapat menembusnya, dan selalu menutup pintu serta jendela bila tidak terpakai untuk mengurangi kemungkinan kumbang tersebut masuk.
Berikut terdapat beberapa gambar manusia yang terinfeksi oleh kumbang Rove ini.
Sekian readers terkait entri pertama ini. Informasi ini tidaklah cukup lengkap namun saya berharap dapat berguna. Entri ini juga bersumber dari berbagai blog serta web lain. Sebagai penutup, saya ingin memberitahukan sedikit info yang cukup memperihatinkan buat kita yang ada di Jakarta, karena kabarnya kumbang Rove ini sudah menyebar sampai ke Bekasi. Wah, waspada selalu ya readers! :)

